Naik Turunnya Harga Tiket Pesawat dan Industri Pariwisata Bali

Reading Time: 5 minutes

Pesawat terbang merupakan modal transportasi udara memiliki peran penting di Indonesia. Kenaikan harga tiket pesawat yang mencapai 100% merupakan kejutan bagi masyarakat, terlebih momentumnya yang mendekati lebaran. Tak pelak masyarakat melayangkan protes menggunakan banyak cara, salah satunya melalui social media.

Melihat reaksi masyarakat terhadap kenaikan harga tiket pesawat tersebut, akhirnya pemerintah pusat merespon dengan meregulasi kembali tariff batas atas tiket pesawat komersil dan berhasil menurunkan 15% batas atas tersebut untuk pesawat jenis jet. Hal ini tentunya disambut positif oleh masyarakat Indonesia. Lalu pertanyaannya adalah kenapa perusahaan penerbangan komersil menaikan harga tiketnya dan apa saja dampak dari kenaikan harga tiket tersebut? Berikut adalah sudut pandang dari Naik Turunnya Tiket Pesawat Menjelang Lebaran.

 



 

Harga Avtur Naik

Avtur yang merupakan bahan bakar pesawat digadang-gadang naik. Ini tentunya berimbas pada operasional penerbangan. Melihat grafik harga avtur dari The International Air Transport Association (IATA). Maka memang terlihat ada kenaikan harga yang signifikan pada Maret 2019 jika dibandingkan pada awal tahun 2019. Namun melihat penurunan yang terjadi

 

Chart Harga Avtur Dunia

Sumber: The International Air Transport Association (IATA) [1d].

 

Biaya Operasional Maskapai Naik

Menurut Sekjen INACA, Tengku Burhanudin, beberapa biaya operasional untuk maskapai komersial naik, seperti biaya bandara atau Passenger Service Charge (PSC), biaya navigasi, yang naik hampir 130%, dan juga kenaikan upah minimum karyawannya setiap tahunnya sehingga persentase kenaikan fixed cost bagi maskapai penerbangan hampir mencapai 60% dari total beban [1].

 

Dampak Naiknya Harga Tiket Pesawat untuk Industri Penerbangan

Tentunya yang paling terasa adalah turunnya minat orang-orang untuk bepergian dengan modal transportasi pesawat terbang. Ini menyangkut dengan hukum permintaan-penawaran. Mengutip dari IATA ECONOMICS BRIEFING No 9 tentang Air Travel Demand, permintaan terhadap modal transportasi udara tidak sama antara satu regional dengan regional lain. Untuk wilayah Asia dan Pasific, permintaan terhadap modal tranportasi udara cenderung inelastis [2]. Ini artinya 1% perubahan harga akan memengaruhi kurang dari 1% jumlah permintaan atau penawaran.

Melihat dari sisi bisnis tentunya ini baik untuk maskapai-maskapai penerbangan komersial, dengan kenaikan tariff batas atas tentunya diharapkan akan dapat menutupi kenaikan biaya-biaya operasional ditanggung maskapai dan menjaga tingkat kesejahteraan karyawan-karyawan yang ditanggung maskapai.

 

Dampak Naiknya Harga Tiket Pesawat untuk Industri Pariwisata Bali

Kenaikan ini tentunya berdampak terhadap industri-industri diluar industri penerbangan komersial, yang cukup terasa adalah industri pariwisata di Bali. Berita kenaikan harga tiket pesawat tentunya tidak hanya beredar di seputaran Indonesia saja, Bali yang merupakan magnet wisatawan lokal dan mancanegara tentunya langsung terkena dampak kenaikan tariff batas atas di industri penerbangan.

 

Jumlah Wisatawan Asing ke Bali Menurut Bulan

Sumber: https://bali.bps.go.id/ [2d].

 

Wisatawan Mancanegara

Melihat data Jumlah Wisatawan Asing ke Bali dari BPS Bali, kunjungan wisman sempat naik pada awal tahun, tercatat pada Januari 2019 dapat kenaikan jumlah wisman sebesar bertambah 97.643 dibanding bulan yang sama tahun 2018 (+21%). Namun turun pada bulan Februari hingga Maret. Pada bulan Februari 2019 tercatat ada 437.537 jumlah wisman (turun 14.886, -3% dibanding Februari 2019) dan pada bulan Maret tercatat 449.637 wisman (turun 43.041, -10% dibanding Maret 2019).




 

Wisatawan Domestik

Lalu menurut I Ketut Ardana, Ketua ASITA Bali, kenaikan harga tiket pesawat ini sangat berpengaruh pada jumlah wisatawan domestik [3]. Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) mengungkapkan bahwa pasar domestik Bali turun hampir 20%, masih lebih baik dibandingkan daerah lain yang turun 40%-60% [4].

 

Pemerintah turunkan Tarif Batas Atas hingga 16%

Merespon reaksi masyarakat terhadap kenaikan harga tiket pesawat menjelang lebaran 2019. Presiden Joko Widodo akhirnya turun tangan dengan menekan PT Pertamina untuk menurunkan harga avtur [5]. Mentri Perhubungan juga mengeluarkan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 106 Tahun 2019 tentang Tarif Batas Atas Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri yang akan berlaku efektif 18 Mei 2019 [6].

 

Penutup

Pesawat terbang adalah modal transportasi tercepat dalam menghubungkan pulau-pulau di Indonesia. Memang tersedia substitusi untuk modal transportasi ini, namun waktu tempuh dan ketersediaan akses yang ditawarkan tidaklah sama. Inilah salah satu yang menyebabkan permintaan terhadap transportasi pesawat terbang menjadi inelastis di Indonesia.

Maskapai penerbangan yang menghadapi kenaikan biaya-biaya operasional di 2019 menaikan harga tiket sebagai cara untuk menjaga kualitas pelayanan ditengah kenaikan biaya-biaya operasional yang ditanggung maskapai-maskapai penerbangan di Indonesia.

Dalam merespon reaksi masyarakat, Pemerintah Indonesia sebagai regulator mencoba menyeimbangkan harga dengan mengambil angka penurunan tariff batas atas sebesar 12%-16%. Hal ini diharapkan dapat menekan keresahan masyarakat serta menjaga keberlangsungan industri penerbangan dan pertumbuhan industri-industri lain yang terkena dampak dari kenaikan harga yang terjadi.

 

Daftar harga tiket pesawat yang turun di 2019 [8]

 



 

 

Referensi

[1] http://inaca.or.id/inaca-nilai-permintaan-penurunan-harga-tiket-sulit-diwujudkan/

[2] https://www.ukessays.com/essays/economics/elasticity-of-demand-and-supply-in-the-airline-industry-economics-essay.php

[3] http://bali.tribunnews.com/2019/02/09/ketua-asita-bali-sebut-kenaikan-harga-tiket-pesawat-pengaruhi-wisatawan-domestik

[4] https://www.merdeka.com/peristiwa/pemprov-bali-akui-kunjungan-wisatawan-menurun-karena-harga-tiket-pesawat-mahal.html

[5] https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20190214094451-92-369162/polemik-harga-avtur-dan-lonjakan-harga-tiket-pesawat

[6] http://www.dephub.go.id/post/read/penyesuaian-tarif-batas-atas-pesawat-berlaku-efektif-18-mei-2019

[7] https://www.idntimes.com/travel/destination/putriana-cahya/tiket-pesawat-akhirnya-turun-ini-daftar-harganya/full

[8] https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20190214094451-92-369162/polemik-harga-avtur-dan-lonjakan-harga-tiket-pesawat


Referensi Data

[1d] https://www.iata.org/publications/economics/fuel-monitor/PublishingImages/ChartB_190510.png

[2d] https://bali.bps.go.id/statictable/2018/02/09/21/jumlah-wisatawan-asing-ke-bali-menurut-bulan-1982-2019.html

 

 

Kembali ke Perspektif

 

 

Keep this for yourself or share it: