Marketing Funnel dalam Digital Marketing

Reading Time: 6 minutes

Apa itu Marketing Funnel?

Funnel artinya corong, marketing artinya pemasaran. Lalu apakah Marketing Funnel itu artinya corong pemasaran? Ya, bisa jadi. Iya karena memang model klasiknya menyerupai corong, dari yang paling lebar yaitu yang volumenya paling besar hingga mengerucut ke yang paling sempit.

Marketing funnel, purchase funnel atau conversion funnel adalah ilustrasi teoritis dari perjalanan konsumen dalam melakukan pembelian atas suatu barang atau jasa[1].

 

Apa fungsi Marketing Funnel?

Marketing Funnel digunakan untuk memetakan tahap-tahap yang dilalui pelanggan sebelum dan setelah melakukan pembelian suatu produk atau jasa. Pemasar yang memahami fungsi dari Marketing Funnel adalah pemasar yang tahu bagaimana caranya memetakan perjalanan konsumen potensial atas produk atau jasa yang dipasarkannya.



 

Model Marketing Funnel

Model marketing funnel ada banyak variasinya, Tapi ada beberapa model marketing funnel yang paling popular digunakan dalam marketing & advertising. Mulai dari model klasik seperti Basic AIDA Model (E. St. Elmo Lewis, 1898) dan Hierarchy of Effects Theory (Robert J.L., Gary A. S., 1961). Serta turunannya yang lebih modern dan modelnya sudah tidak corong lagi.

Berikut ini merupakan Model Klasik dan Modern dari marketing funnel:

 

Model Klasik: AIDA & Hierarchy of Effects Theory

AIDA

Model AIDA yang dipublikasikan E. St. Elmo Lewis pada 1898 memang simpel, mudah dipahami dan teruji dilapangan. AIDA adalah akronim untuk Awareness > Interest > Desire > Action. Dengan ini pemasar bisa memetakan customer journey. Dari tau, minat, ingin, sampai jadi beli. Ada juga variasi yang menambahkan Loyalty setelah Action.

 

Contoh ilustrasi model AIDA:

 

Hierarchy of Effects Theory

Dalam Hierarchy of Effects Theory yang dirumuskan oleh Robert J Lavidge dan Gary A Steiner di 1961, ada 6 langkah konsumen dalam menentukan akan melakukan pembelian.
Awareness > Knowledge > Liking > Preference > Conviction > Purchase

Dari keenam tahapan ini dapat dirangkum dalam tiga tahapan utama perilaku konsumen:
1. Kognitif, 2. Afektif, dan 3. Konatif.

 

Contoh ilustrasi dari Hierarchy of Effects Theory:

 

Di era digital ini ada fenomena dimana setiap pelanggan memiliki kesempatan yang sama untuk membagikan pengalaman berbelanjanya kepada banyak orang. Ketika Lewis merumuskan model AIDA mungkin ada word of mouth, yang pada jaman itu benar-benar dari mulut ke mulut. Customer yang pernah berbelanja atau menggunakan jasa dari suatu perusahaan akan membagikan pengalamannya dengan orang terdekatnya melalui perbincangan temu muka.

Namun jika dibandingkan kecepatan dan luas jangkauannya review online, content views, comment, like dan repost tentunya tidak seberapa. Maka itu sekarang ada versi modern dari AIDA yang modelnya sudah tidak seperti corong lagi.

 



Modern Marketing Funnel

Sekarang setiap pelanggan memiliki kesempatan untuk membagikan pengalamannya dengan orang-orang yang tidak pernah mereka kenal sebelumnya. Maka itu marketing funnel memang harus diformulasikan lagi untuk mengikuti perkembangan teknologi komunikasi, terkhusus di dunia pemasaran dan periklanan.

Marketing funnel yang modern berbentuk seperti dua corong yang dipertemukan ujung-ujung sempitnya. Ini karena perjalanan pelanggan tidak berhenti setelah membeli barang.

Dibawah ini merupakan dua model modern marketing funnel yang populer:

 

AISDALSLove

Salah satu modern marketing funnel yang relevan digunakan saat ini adalah AISDALSLove yang diperkenalkan oleh Bambang Sukma Wijaya pada International Seminar on Scientific Issues and Trends (ISSIT) 2011. AISDALSLove merupakan akronim dari Attention, Interest, Search, Desire, Action, Like/dislike, Share, and Love/hate. Model ini cocok untuk content marketing & social media marketing.

 

Check The A-List of Social Media Management Tools by Gedy Mahardika

 

Contoh ilustrasi Model AISDALSLove:

 

Email Marketing Funnel

Email marketing funnel ini dipost pada blog AWeber, sebuah perusahaan penyedia emailing tools yang berbasis di Amerika. Konsep email marketing funnel ini sederhana dan mudah untuk dipahami. AWeber juga menerangkan bahwa dengan model marketing funnel yang seperti dasi kupu-kupu, ini artinya hubungan perusahaan dengan konsumen tidak berhenti sampai dikonversi.

Bagi mereka ini merupakan strategi untuk bertumbuh. Karena setelah seseorang menjadi pelangggan, pemasar memiliki kesempatan untuk membuat hubungan yang lebih erat dengan pelanggan pasca konversi. Mengutip Harvard Business Review: profit meningkat ketika hubungan antara pelanggan dengan perusahaan berlanjut setelah konversi.

Contoh ilustrasi Email Marketing Funnel by AWeber:

Baca juga: 4 Social Media Marketing Tools yang Esensial

Jadi apa pentingnya Marketing Funnel untuk Digital Marketing?

Bagi pemasar digital, marketing funnel merupakan sebuah cara yang efektif dan efisien dalam memahami alur perjalanan konsumen. Ini seperti peta yang memudahkan pemasar dalam mengetahui tahapan-tahapan perjalanan yang dilalui oleh konsumen. Memiliki pemahaman atas konsep marketing funnel akan memudahkan dalam melakukan evaluasi kinerja pemasaran digital.

Dengan ini juga gap-gap dalam sales & marketing dapat lebih cepat dideteksi. Begitu juga untuk mengeksplorasi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman yang ada didalam tiap-tiap tahapan perjalanan konsumen. Ini juga dapat digunakan untuk memahami modifikasi atau pembaruan seperti apa yang dapat peningkatan performa pemasaran secara signifikan.

Perlu diketahui juga bahwa dengan tingkat kompleksitas kegiatan pemasaran saat ini, setiap perusahaan perlu merumuskan marketing funnel yang paling cocok dengan kegiatan pemasaran yang dijalankan. Ini karena customer journey dalam melakukan pembelian bisa berbeda antara satu perusahaan dengan perusahaan lain.

Lalu sekarang pertanyaannya, apakah marketing funnel anda sudah cocok dengan kegiatan pemasaran yang anda jalankan?

 



 

Referensi:
https://en.wikipedia.org/wiki/Purchase_funnel

Hierarchy of Effects Theory
https://www.mbaskool.com/business-concepts/marketing-and-strategy-terms/12173-hierarchy-of-effects-theory.html

Model AIDA
https://www.oxfordreference.com/view/10.1093/oi/authority.20110803095432783
https://www.provenmodels.com/547/aida-sales-funnel/elias-st.-elmo-lewis

AISDALSLove
Wijaya, B. S. (2012). ‘The Development of Hierarchy of Effects Model in Advertising’. International Research Journal of Business Studies, 5 (1), p. 73-85, 2012 
(https://www.academia.edu/23497016/The_Development_of_Hierarchy_of_Effects_Model_in_Advertising?auto=download)
https://en.wikipedia.org/wiki/AISDALSLove

Email Marketing Funnel
https://blog.aweber.com/email-marketing/understanding-the-marketing-funnel-5-strategies-to-improve-your-email-marketing.htm
Keep this for yourself or share it: